Pembukaan Pelatihan Angkatan 83

Pembukaan pelatihan angkatan 83 dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2020 dengan jumlah peserta 13 orang, dua diantaranya adalah Suster dari Kongregasi PRR. Peserta pelatihan berasal dari berbagai daerah seperti Solor, Sumba, Kupang, Sintang dan Jakarta. Mereka semua akan mengikuti pelatihan selama kurang lebih dua bulan dan akan menginap di Asrama.
Penyerahan perlengkapan untuk belajar dan penyematan name tag kepada perwakilan dua peserta dari angkatan 83 yakni Andre dan Tini oleh Ibu Agustin selaku Pimpinan Mutiara Kasih dan Ibu Fat selaku Penanggungjawab Asrama.

Promosi Mutiara Kasih di Atambua

Pada tanggal 23 – 25 Februari 2020 Mutiara Kasih yang diwakili oleh Ibu Nana dan Ibu Natalia melakukan perjalanan ke daerah Atambua Nusa Tenggara Timur untuk promosi. Di Atambua mengunjungi Biara Propinsial SSPS Timor dengan Sr Yohana Maria SSPS dan Sekretaris Propinsial Sr Venny SSPS. Kami menceritakan maksud dan tujuanĀ  kedatangan serta memperkenalkan Mutiara Kasih. Kami juga akan memperkenalkan Mutiara Kasih kepada anak-anak asrama yang diasuh oleh suster suster yang dipimpin oleh Sr. Sebastiana SSPS di Asrama Yosefa Raibasun dan Asrama Biara Propinsial yang dipinmpin oleh Sr Yemima SSPS. Kami mendapatkan apresiasi yang sangat besar sehingga anak-anak berminat untuk mendaftarkan diri pada Sr Yosefa Maria SSPS.

Kami bertemu dengan Romo Baltasar PrĀ  untuk mempromosikan Mutiara Kasih dan beliau berkenan akan mengujungi kami di Jakarta dan mempromosikan Mutiara Kasih kepada Bupati Malaka.

Kami mengunjungi beberapa daerah yaitu Wailuli, Fulur, Desa Ekin dan Laharus. Di Wailuli kami mengujungi SMAN Wailuili dan bertemu dengan Kepala Sekolah yaitu ibu Maria F. dengan sambutan baik. Kami mempromosikan Mutiara Kasih pada anak-anak SMAN di sana dan mendapatkan apresiasi yang baik serta mereka ingin bergabung dengan Mutiara Kasih, begitupula di masyarakat Desa Ekin yang menyambut kami dengan baik dan mendapat tanggapan secara positif kegiatan Mutiara Kasih.

Lalu kunjungan berikutnya ke Biara SSPS Laharus bertemu dengan Sr Bernadetha SSPS, Biara Putri Maranatha dengan Sr Yuli PM dan kembali ke Jakarta.

 

 

Uji Kompetensi Pekarya Kesehatan

Setelah peserta pelatihan mendapatkan teori maupun praktek, mereka akan mengikuti uji kompetensi yang mendapatkan sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi Pekarya Kesehatan. Uji kompetensi terdiri dari ujian tertulis dan ujian praktek. Ujian ini dilakukan supaya mengetahui bahwa peserta kompeten.

Pada kesempatan Uji Kompetensi Pekarya Kesehatan kali ini dihadiri oleh Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Bapak DR Agus Salim, M.Si. Suatu kehormatan untuk kami Bapak Direktur berkenan untuk datang dan hadir dalam kegiatan Uji Kompetensi di Mutiara Kasih. Beliau menyampaikan bahwa saat ini pendamping orang sakit / lansia (care giver) banyak yang memerlukan apalagi di luar negeri dan ini adalah pekerjaan yang sangat mulia bisa membantu sesama yang membutuhkan.

 

Uji Kompetensi Pengasuh Bayi dan Anak

Setelah peserta pelatihan mendapatkan teori maupun praktek, mereka akan mengikuti uji kompetensi yang mendapatkan sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi Pengasuh Bayi dan Anak. Uji kompetensi terdiri dari ujian tertulis dan ujian praktek. Ujian ini dilakukan supaya mengetahui bahwa peserta kompeten.

 

 

Pada kesempatan Uji Kompetensi Pengasuh Bayi dan Anak kali ini dihadiri juga oleh Penilik Mutiara Kasih dari Walikota Jakarta Timur Wilayah I, Ibu Dra. Sri Hartini sebagai Pengawas.

Pembukaan Pelatihan Angkatan 82

Awal Tahun 2020 dibuka dengan Pelatihan Angkatan 82 dengan jumlah 10 orang peserta, 2 diantaranya adalah Suster dari Kongregasi ADM. Pembukaan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2020 dihadiri oleh para pengajar Mutiara Kasih, Dr. Yvonne, Dr. Sarsanto dan Dr. Joeti Kartiza.

 

 

 

 

 

 

 

Secara simbolis dilakukan penyerahan perlengkapan belajar selama kurang lebih dua bulan dan penyematan name tag untuk para peserta pelatihan oleh Dr. Yvonne dan Dr. Sarsanto.

Pelatihan Angkatan 81

Pelatihan terakhir di tahun 2019 yakni angkatan 81 sebanyak 5 peserta didik. Mereka dididik dan dilatih untuk menjadi tenaga pengasuh bayi/anak dan pendamping lansia/orang sakit. Peserta didik Mutiara Kasih berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur dan mereka merupakan anak yang sederhana yang memiliki kemauan untuk belajar demi mewujudkan cita-cita mereka. Pelatihan dilakukan tidak hanya di Mutiara Kasih tetapi juga praktek langsung di panti werdha, supaya mereka bisa mempraktekan apa yang sudah dipelajari selama di Mutiara Kasih.
Setelah kurang lebih dua bulan peserta didik mengikuti pelatihan, mereka akan diberikan sertifikat pelatihan dari Mutiara Kasih sebagai bekal untuk mereka bekerja.

Penutupan Angkatan 80 B

Tanggal 25 November 2019 telah dilaksanakan penutupan angkatan 80 B setelah seluruh peserta didik menyelesaikan pelatihan selama kurang lebih dua bulan. Penyerahan secara simbolis sertifikat pelatihan diberikan oleh Ibu Agustin selaku Pimpinan dan Ibu Fat selaku Ibu Asrama. Peserta didik akan ditempatkan bekerja pada pengguna jasa baik itu untuk mengurus bayi/anak, mendampingi dan merawat oma/opa maupun orang sakit.

Pelatihan Angkatan 80 B

Pelatihan untuk mendampingi lansia/orang sakit di Mutiara Kasih diajarkan bagaimana cara membersihkan rambut pasien di tempat tidur, cara membuat bubur untuk pasien dan praktek langsung ke Panti Werdha seperti membersihkan dan merawat luka pasien.

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelatihan untuk mengasuh/merawat bayi dan anak di Mutiara Kasih diajarkan bagaimana cara memberi/menyuapi makan pada bayi yang baik dan benar, cara membuat bubur tim saring, cara memandikan bayi serta praktek langsung ke Tempat Penitipan Anak.

Pembukaan Angkatan 80 B

Pada tanggal 3 Oktober 2019 Badan Penyelenggara Pelatihan Mutiara Kasih telah dilaksanakan Pembukaan Pelatihan Angkatan 80 B dengan jumlah 14 peserta pelatihan. Peserta pelatihan berasal dari beberapa daerah NTT seperti Manggarai, Sumba, Solor dan Atambua.

Penyerahan secara simbolis name tag dan perlengkapan belajar oleh Ibu Agustin selaku pimpinan Mutiara Kasih dan Ibu Fat selaku Ibu Asrama kepada peserta pelatihan yang akan mengikuti pelatihan selama kurang lebih dua bulan.